Syahdan binti alkisah, Pak Migu’ kepengen beli motor. Biar hanya motor bekas, yang penting motor. Asal bisa jalan, jadilah fikirnya. Pak Migu’ mampir ke rumah Pak Aluy abang sulungnya.
“Bang, aku punya niatan nih. Kalau nanti si Miguk lulus SMP hendak kubelikan motor seken (second hand)”. Pak Migu membuka percakapan. Pak Aluy terbeliak matanya mendengar penuturan [...]
Archive for the 'cerpen' Category
PAK ALUY DAN PAK MIGU’
18 Juni 2008Ngetes Read More
13 Juni 2008“Aku cuma ingin menunjukkan padamu, sesuatu yang bernama fokus dan sungguh-sungguh,” katanya via telepon ketika aku masih berada di Tanah Jauh. Untuk kesekian kalinya aku tersengat. Entah kenapa, setiap kali berkomunikasi dengannya aku seperti terkana radiasi panas. Pantas saja kawan-kawan menjulukinya Matahari Khatulistiwa.
Ya, aku melihat api yang tak pernah padam di matanya. Dalam lelah sekalipun. [...]
WANITA PENJAGA API
6 Juni 2008“Ceritakan padaku tentang wanita dan cahaya,” pinta Muja, seraya memperbaiki posisi duduk, lebih mendekap padaku. “Kenapa harus wanita dan cahaya?” tanyaku sambil menikmati sejuntai rambut yang menari di pipinya, dipermaikan anginpantai kucegah tangannya yang bergerak hendak menyelipkan kembali rambut itu ke belakang telinga. Terus kugenggam tangannya, erat. “Apa kau tidak menyimpan cerita yang demikian?” ia [...]
