Syahenim’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Tak Ku Kasi Judul

Sebatang rokok dan segelas kopi panas menemaniku melepas penat, setelah seharian suntuk di kantor. Mataku perih karena terlalu lama memelototi monitor. Aroma khas kopi dan bau asap rokok menyatu, menguap dari tenggorokanku,Antara sadar dan tidak, pelan-pelan telah kupenuhi ginjal dengan endapan racun. Entah, seperti apa pula bentuk rupa paru-paruku.

Tapi …. akh, perduli apa, fikirku. Toh masih banyak yang lebih berbahaya bila di konsumsi dibanding dengan apa yang aku hisap dan aku tenggak sekarang. Minuman kaleng bersoda dan berpengawet, makanan degan zat pewarna …

Terbatuk-batuk, saat gumpalan asap rokok terlalu banyak terhisap. Bedebah …., tapi, tanpa si bedebah ini, kemana hilangnya inspirasi? bah … ada satu kata, sebuah kata, yang coba bersembunyi diantara sela jemariku, mencoba menipuku. Berkamuflase, tapi dapat kutangkap dan kumasukkan ke saku.

Terbatuk-batuk lagi, ketika salah satu tetangga menyapa. Mungkin agak bingung, kopiku segelas besar …. tapi rokok hanya tiga batang. berserak di lantai teras. Kemana bungkusnya … ???

Kali ini aku tidak terbatuk lagi, tapi tersipu malu. tetanggaku itu menanyakan seluk beluk dan lika liku untuk mengegolkan anaknya biar dapat kerjaan. Barangkali dikiranya aku bisa memberi solusi, atau sekedar berbagi link dan channel. Kalau saja dia tau bahwasanya aku hanya seorang tukang ketik, kekekekeke Popeye tertawa …

Tetanggaku pamit, ku iyakan hanya dengan anggukan. Tak terasa hampir petang, kulihat sekilas tadi, Wak Lebay sudah pun mengenakan kopiah putihnya. Aku buru-buru masuk ke dalam.
“Bapak ke Masjid?” tanya anakku.
Aku terperangah, sedikit tersadar…. siapa aku…

No Responses Yet to “Tak Ku Kasi Judul”

Leave a Reply